Serang,Satriabuananews.My.id.-
miris kehidupan ibu nurijah yang ada di desa cikesal”Nenek lumpuh Dan butuh tempat tidur seperti kasur layak nya sperti orang lain tidak tidur. Di alas bambu buat pelindung tidur karna selama ini Tidur di alas bambu atau amben”
Nenek nurijah yang tinggal di rumah sederhana dinding dan atap yang serba rusak
Kini hanya bisa tergeletak di tempat tidur yang tidak layak hanya ber alas kan amben sudah puluhan tahun mengalami sakit namun dari pihak UPT Puskesmas dan kecamatan Baik desa baru mengetahui setelah wawancara. Dengan kepala desa cikesal
Keluarga nenek nurijah pun mengharapkan. Dari pihak puskesmas UPT kecamatan cikesal untuk memeriksa ke adaan ibu nurijah. Kami g tau pak harus kemana sedangkan nenek saya. Tidur saja pake alas bambu. Sedih pak. Melihat ke adaan ibu nurijah sambil menangis dari keluarga ibu nurijah
Saat Wawan cara atau konfirmasi dari kepala desa cikesal (majong) menjelaskan untuk bantuan yang saat ini belum pernah dia rasakan ” kepala desa menjawab insallah pak bantuan akan saya kordinasi kan dengan. Kesos Fauji ucap kepala desa cikesal ke awak media
Harapan kami pemerintah setempat Tidak tutup mata dengan ke adaan ibu nurijah yang bertahun tahun sakit parah lebih nya harus ada perhatian dari UPT cikesal karna jarak rumah ibu nurijah. -+ 1iklo meter dari UPT cikesal
Ibu nurijah pun hidup hanya berdua dengan suami nya Hasan Basri yang menempati rumah yang sangat tidak layak kondisi kamar hanya 1 buah amben atau alas bambu. Untuk tidur keseharian Hasan Basri hanya bisa pasrah dengan ke adaan nasib nya yang Tidka pernah tersentuh oleh pemerintah kusus nya desa cikesal
Hasan Basri tidak berkerja dan makan pun dari pemberian warga terdekat termasuk sodara dari ibu nurijah ” kami ingin pak membawa istri ke puskesmas atau dokter. Namun kita keterbatasan uang untuk biaya berobat ucap Hasan Basri
Redaksi

Tinggalkan Balasan