Breaking News
13:49

Kisah Pilu Ibu Uti, Tiga Tahun Berjuang Melawan Stroke

Bagikan
Lihat Tersimpan

IMG 20260926 WA0050

Serang,satriabuananews..com.- Di sebuah sudut Kampung Cikoak, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, hidup seorang perempuan lanjut usia bernama Ibu Uti. Usianya kini telah menginjak 68 tahun. Namun, di usia senjanya, Ibu Uti harus menjalani hari-hari yang jauh dari kata mudah.

Sudah tiga tahun lamanya Ibu Uti menderita stroke. Penyakit itu membuat aktivitasnya terbatas dan membuat dirinya semakin bergantung pada orang lain untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Yang membuat kisah ini terasa semakin pilu, Ibu Uti tidak memiliki anak yang dapat merawat dan mendampinginya di masa tuanya.

Namun, di tengah keterbatasan itu, masih ada sosok yang dengan tulus menemani Ibu Uti. Sarinah, perempuan yang bukan anak kandungnya, telah dianggap seperti anak sendiri oleh Ibu Uti. Dengan penuh kesabaran, Sarinah merawat dan mendampingi Ibu Uti melewati hari-hari sulitnya.

IMG 20260926 WA0050

 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Sarinah hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Penghasilannya yang tidak menentu harus dibagi untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat Ibu Uti yang sedang sakit.

IMG 20260926 WA0053

Hari demi hari mereka jalani dengan segala keterbatasan. Tidak banyak yang mereka miliki, tetapi masih ada kasih sayang yang membuat keduanya tetap bertahan.

Kini, di usia 68 tahun dan setelah tiga tahun berjuang melawan stroke, Ibu Uti membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal kesehatan dan perawatan. Kondisinya menjadi pengingat bahwa masih ada warga lanjut usia yang menjalani masa tuanya dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran kepedulian.

IMG 20260926 WA0051

Kisah Ibu Uti bukan sekadar tentang sakit dan kemiskinan. Ini adalah kisah tentang seorang perempuan tua yang bertahan dalam keterbatasan, serta seorang perempuan yang dengan segala kekurangannya memilih untuk tetap merawatnya.

Semoga kisah Ibu Uti dapat mengetuk hati dan mendapat perhatian dari pihak pemerintah maupun masyarakat, agar ia bisa memperoleh bantuan dan akses pelayanan kesehatan yang layak.

Karena di usia senja, setiap orang berhak mendapatkan perhatian, perawatan, dan kesempatan untuk menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Penulis

admin

Portal berita terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *