Breaking News
12:48

KMP BATU MANDI TERBAKAR DI MERAK, ASDP DISOROT! SISTEM KESELAMATAN DAN EVAKUASI PENUMPANG DIPERTANYAKAN

Bagikan
Lihat Tersimpan

IMG 20261020 205416MERAK, BANTEN – Kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi yang melayani rute Merak–Bakauheni di Pelabuhan Merak, Selasa (20/10/2026), memunculkan pertanyaan serius mengenai kesiapan sistem keselamatan, kelengkapan peralatan penyelamatan, dan respons petugas di lapangan.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, insiden ini tidak boleh dianggap sepele. Selain potensi kerugian materiil dan hilangnya barang berharga, penumpang juga menghadapi kerugian waktu, tekanan psikologis, serta trauma akibat situasi yang mengancam keselamatan mereka.

ASDP Merak kini dituntut memberikan penjelasan terbuka: apakah seluruh sistem keselamatan kapal benar-benar siap digunakan ketika keadaan darurat terjadi?

Informasi mengenai dugaan tidak optimalnya penggunaan sekoci dan sarana penyelamatan lainnya perlu segera diverifikasi. Jika benar peralatan tidak digunakan saat kebakaran, harus dijelaskan apakah penyebabnya kerusakan, kendala teknis, atau kurangnya kesiapan awak kapal.

Peralatan keselamatan bukan sekadar pelengkap administrasi. Seluruh fasilitas harus berfungsi, mudah diakses, dan didukung personel yang terlatih.

IMG 20261020 205545Sorotan juga muncul terkait informasi bahwa masyarakat dan nelayan sekitar turut membantu proses penyelamatan. Apabila benar demikian, perlu diperiksa bagaimana respons petugas, koordinasi evakuasi, dan pelaksanaan prosedur tanggap darurat saat insiden berlangsung.

Keselamatan penumpang tidak boleh bergantung pada pertolongan spontan masyarakat semata.

ANGGARAN DAN PENGAWASAN WAJIB DIPERIKSA

Pemerintah dan instansi berwenang perlu memeriksa pemenuhan standar keselamatan kapal, termasuk pengadaan, pemeliharaan, serta kelayakan peralatan penyelamatan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian antara anggaran, kondisi peralatan, dan pelaksanaan di lapangan, audit harus dilakukan secara transparan. Dugaan kelalaian maupun kerugian negara harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi.

ASDP, otoritas pelabuhan, dan instansi terkait juga perlu menjelaskan kronologi kejadian, kesiapan alat pemadam kebakaran, kompetensi awak kapal, proses evakuasi, serta penanganan kerugian penumpang.

JANGAN TUNGGU KORBAN JIWA UNTUK BERBENAH

Insiden KMP Batu Mandi harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran di Pelabuhan Merak. Tidak adanya korban jiwa patut disyukuri, tetapi bukan alasan untuk mengabaikan potensi kelemahan prosedur maupun fasilitas keselamatan.

**ASDP jangan hanya fokus pada pemadaman api dan pemulihan operasional. Keselamatan penumpang, transparansi penanganan, dan pertanggungjawaban harus menjadi prioritas.**

Publik menunggu penjelasan yang terbuka serta tindakan nyata dari pihak berwenang. Apabila ditemukan pelanggaran atau kelalaian, proses penindakan harus dilakukan sesuai ketentuan hukum.

Jangan sampai keselamatan baru menjadi perhatian setelah bencana terjadi. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya aset perusahaan, tetapi juga nyawa dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan.

Penulis

admin

Portal berita terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *